Bunga Telang, HIDUP SELARAS : DIRI, ALAM, DAN TUHAN
Gambar 1. Bunga Telang (Andari, 2021).
Di sudut kebun yang kerap diabaikan, bunga telang tumbuh dengan cara yang sederhana. Kelopaknya memiliki warna biru keunguan, damai namun kaya makna, seolah menyimpan pesan yang tidak tergesa untuk diungkapkan. Ia tidak mencolok, tidak meminta sanjungan, namun kehadirannya memberikan makna bagi alam dan manusia.
Alam, tidak hanya sebagai tempat tinggal manusia, tetapi sebuah kitab penuh tanda. Telang salah satu ayatNYA. Tumbuh sesuai hukum alam, mendapatkan sinar secukupnya, menyerap air seperlunya, dan mekar pada waktu yang tepat. Alam mengajarkan keseimbangan. Telang tidak memaksakan dirinya menjadi bunga lain. Tidak merasa iri pada bunga merah yang dipuja, anggrek yang dipamerkan. Cukup menjadi diri sendiri. Sebuah pelajaran sunyi dan tenang tentang menerima dan keteraturan semesta.
Manusia sering kali tidak tenang, ingin segala sesuatu cepat, tinggi, diakui. Dalam kegelisahan, seringkali melupakan esensi manusia bukan tentang pencapaian melainkan harmoni, keselarasan. Telang mengingatkan untuk kembali kepada fitrah : hidup selaras dengan alam, mengenal batas, dan memahami tujuan. Saat memetik telang dijadikan teh, ramuan, atau pewarna, sejatinya sedang membangun hubungan bukan eksploitasi. Hubungan yang baik antara manusia dan alam merupakan saling melindungi, bukan merusak.
Keindahan telang adalah keindahan Tuhan. Warna biru yang berubah disaat bertemu zat asam atau basa adalah kesempurnaan desain Tuhan, selalu hadir dalam kehidupan. Telang, ayatNYA. Nafas, tanah, air, dan kehidupan itu sendiri. Manusia, alam, dan Tuhan terhubung dalam satu jalinan makna. Telang diam, mengajarkan bahwa hidup yang bermakna tidak selalu harus mencolok, cukup bertumbuh sesuai kodrat, memberi manfaat, dan terhubung dengan Sang Sumber Kehidupan.
DESKRIPSI
Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu dari sekian banyak bahan alami yang biasa dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia, baik sebagai tanaman hias, bahan untuk minuman, pewarna alami untuk makanan yang bersahabat dengan lingkungan, hingga sebagai obat tradisional (Marpaung, 2020; Kusuma, 2019; Yernisa et al., 2013). Komponen fitokimia dalam bunga telang memiliki potensi besar untuk berfungsi sebagai antioksidan, agen antibakteri, pengurang peradangan, pereda nyeri, pengendali parasit, antihistamin, meningkatkan pertahanan tubuh, dan berkontribusi terhadap sistem saraf (Mukherjee et al., 2008). Selain sebagai obat-obatan, bunga telang sering dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami seperti nasi telang, pie telang, puding telang, serta sebagai minuman berupa teh telang. Namun, pertumbuhan budidaya bunga telang di Indonesia masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan (Zahara, 2022).
Bunga telang memiliki khas warna biru ini diduga berasal dari Asia tropis, namun ada juga yang meyakini berasal dari Amerika Selatan bagian tengah dan tersebar ke wilayah tropis pada abad ke-19 termasuk ke Indonesia (Anto, 2021; Ulimaz et al., 2020). Penyebaran bunga ini ke wilayah tropis meliputi benua Asia, Australia hingga Afrika. Bentuk bunga yang mirip seperti kupu-kupu membuat telang dikenal dengan nama Butterfly pea dalam bahasa inggris, di Indonesia, telang sering juga disebut dengan bunga kelentit, kembang teleng atau menteleng di pulau Jawa, di daerah Sulawesi dikenal dengan bunga talang, taman lereng, dan di Maluku disebut dengan bunga bisi atau seyamagulele (Anto, 2021) (Zahara, 2022).
Secara rinci, menurut Al-Snafi (2016) taksonomi tanaman bunga telang adalah sebagai berikut (Angelina & Syuhada, 2023) :
Kingdom: Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Bangsa : Fabales
Familia : Fabaceae
Marga : Clitoria
Species : Clitoria ternatea L
Batang tumbuhan telang merambat, Familia Fabaceae mempunyai jumlah spesies tanaman obat terbanyak di Indonesia yaitu sebanyak 110 spesies, banyak juga dimanfaatkan sebagai sumber makanan karena memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin (Gulewicz et al., 2014; Zuhud, 2009). Clitoria ternatea L sendiri adalah satu dari 60 spesies dari genus Clitoria yang cenderung toleran dengan berbagai kondisi lingkungan (Purba, 2020). Tanaman bunga telang ini dapat hidup pada ketinggian antara 1–1800 m di atas permukaan laut pada berbagai jenis tanah, termasuk pada tanah berpasir dan tanah merah dengan PH berkisar antara 55,5 – 8,9. Suhu yang optimal bagi pertumbuhannya berkisar antara 19-28°C dan rata-rata curah hujan 2000 mm/tahun (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020; Heuze et al., 2016; Cook et al., 2005) Secara morfologinya batang telang memiliki panjang berkisar antar 0.5–3m, herbaceous, bulat dan memiliki rambut pada permukaannya, membelit ke arah kiri (sinistrorsum volubilis). Memiliki akar tunggang dengan banyak akar lateral. Daunnya berupa daun majemuk menyirip berpasangan, berbentuk jorong, permukaan bawah berbulu dan berwarna hijau, panjang tangkai daun mencapai 2,5 cm. Bunganya memiliki warna biru, ungu muda, dan putih, benang sari dan putik tersembunyi. Bunga telang termasuk ke dalam jenis bunga setangkup tunggal (Monosimetris), memiliki lima kelopak berlekatan, dan 3 mahkota yang juga saling berlekatan. Buahnya termasuk ke dalam buah polong dengan panjang mencapai 14 cm, di dalamnya terdapat biji berjumlah 8-10 (Wahyuni et al., 2019; Putri dan Darmono, 2018; Kosai et al., 2015) (Zahara, 2022).
MANFAAT
Manfaat bunga telang untuk kesehatan sebagai berikut (Angelina & Syuhada, 2023):
- Menunjang Kesehatan Kulit, bunga telang mampu meningkatkan hidrasi kulit hingga 70 persen, memperlambat proses penuaan dini dan memperbaiki warna serta tekstur kulit.
- Meningkatkan Kesehatan Rambut, bunga telang mampu merawat kesehatan folikel rambut yang berdampak pada meningkatnya pertumbuhan rambut, mengurangirambut rontok, dan juga memperlambat tumbuhnya uban.
- Menjaga Kesehatan Otak, dengan mengonsumsi teh bungatelang secara teratur mampu meningkatkan kadar zat kimia otak yang disebut dengan asetilkolin. Meningkatkan zat kimia tersebut dapat menurunkan risiko kehilangan memori yang terkait dengan usia.
- Menurunkan Berat Badan, bunga telang juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan mengatur ulang jalur yang terlibat dalam perkembangan sel. Prosesnya dilakukan dengan memblokir sintesis sel lemak di dalam tubuh.
- Menurunkan Kadar Gula Darah, manfaat bunga telang juga dapat menurunkan kadar gula dalam tubuh. Ini terjadi berkat kandungan antioksidan yang berperan dalam meningkatkan kinerja insulin.
- Memperlancar pencernaan, kandungan antioksidan yang tinggi membuat khasiat bunga telang dapat memperlancar percernaan. Minum secangkir teh bunga telang sekali atau dua kali seminggu dengan perut kosong dapat membantu mengeluarkan racun yang terakumulasi dalam sistem pencernaan.
- Meningkatkan kesehatan jantung, bunga telang mengandung senyawa bioflavonoid yang memperkuat dan memasok antioksidan untuk melindungi dan memperbaiki kesehatan jantung.
- Melawan kanker, bunga telang mengandung zat yang memiliki sifat antikanker.
Bunga telang menemukan wujud nyatanya dalam manfaat yang diberikan. Warna biru menenangkan, khasiatnya untuk kesehatan manusia, kehadirannya menjaga keseimbangan alam, lahir dari cara hidup sederhana dan selaras. Mengajarkan hidup sesuai dengan fitrah akan secara alami memberi kebaikan bagi semesta, tanpa perlu paksaan atau pujian. Manusia pun dipanggil untuk bertumbuh dengan caranya sendiri, memberikan kebaikan dalam keheningan, menjadikan kehidupan bermanfaat sebagai wujud syukur kepada Tuhan, Sang Sumber segala kebaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Andari, T. N. W. (2021, March). Manfaat Bunga Telang bagi Kesehatan. Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga. https://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/842-manfaat-bunga-telang-bagi-kesehatan
Angelina, R., & Syuhada, F. A. (2023). Manfaat Bunga Telang dan Pembududayaan di CV. Faruq Farm. Agriness, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.24036/agrnes.v1i1.12
Zahara, M. (2022). Ulasan singkat: Deskripsi Tunga Telang ( Clitoria ternatea L.) dan Manfaatnya Brief Review: Description of Clitoria ternatea L. and its Benefits. Jeumpa:Jurnal Pendidikan Sains & Biologi, 9(2), 719–728. https://doi.org/10.33059/jj.v9i2.6509

Komentar
Posting Komentar