Postingan

Rasa yang Mengantar Jiwa: Jejak Tuhan dalam Makanan Leluhur Nusantara

Gambar
  Pernahkah kita benar-benar hadir saat makan? Pernahkah kita merasakan kehadiran Tuhan dalam suapan sederhana dari makanan kita? Kita semakin tidak akrab dengan makanan warisan leluhur kita. Generasi muda lebih ingat nama makanan cepat saji dari luar negeri dibandingkan mengenal tempe mendoan, pecel, atau bubur sumsum. Gula rafinasi menggantikan manisnya gula dari kelapa. Minyak sawit menggantikan minyak kelapa murni. Tepung terigu yang diimpor mendominasi, sementara sorgum, sagu, dan umbi-umbian sumber pangan lokal terabaikan. Ini bukan sekadar perubahan selera ini merupakan bentuk penjajahan gaya yang baru, yang menggerogoti kemandirian pangan dan identitas budaya kita.  Ironisnya, tanah Nusantara yang kaya, yang dulunya adalah pusat rempah dunia, kini lebih banyak memproduksi barang ekspor daripada makanan lokal untuk warganya sendiri. Petani kita terabaikan dalam sistem yang tidak merata. Warisan leluhur dalam bertani, mengolah, dan menghargai makanan, tergantikan oleh ke...

Ketika Tumpeng Bicara tentang Syukur dan Siapa Kita

Gambar
       Tumpeng bukan hanya makanan tradisional. Ia adalah simbol hidup. Dalam setiap susunan nasi, lauk – pauk yang mengelilinginya, bentuk yang menjulang. Tersimpan pesan leluhur tentang syukur, keselarasan, dan kesadaran diri manusia.      Suku Jawa adalah salah satu suku etnis paling besar yang terdapat di Indonesia. Dalam suku Jawa, makanan tradisional sangat terkait dengan ritual masyarakat Jawa yang masih dilakukan hingga saat ini. Salah satu hidangan tradisional masyarakat Jawa yang masih sering ditemukan di acara adat suku Jawa adalah tumpeng (Ababil et al, 2021).      Kata Tumpeng berasal dari sebuah kalimat jawa yaitu “ yen meTU kudu meMPENG ”, arti dari kalimat tersebut adalah “ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat” dimana dapat ditarik suatu makna yaitu ketika manusia terlahir ke dunia maka mereka harus menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan semangat, yakin, fokus dan tidak mudah putus asa (Ed-dally dalam Ababil et ...

Wedang Uwuh: Dari Tumpukan “sampah” ke Secangkir Kehangatan Jiwa

Gambar
Wedang Uwuh: Dari Tumpukan “sampah” ke Secangkir Kehangatan Jiwa Menurut etimologi bahasa Jawa, kata “ wedang ” berarti minuman hangat. Sementara “ uwuh ” merujuk pada sampah atau dedaunan kering. Jika diterjemahkan secara harfiah, wedang uwuh berarti “minuman sampah”. Namun istilah ini bukan dalam arti negatif, melainkan menggambarkan bentuk fisik minuman tersebut yang berisi berbagai rempahdan daun kering seperti tumpukan sampah (Suryaningrum dan Hartati, 2018). Wedang uwuh dikenal sebagai salah satu minuman herbal tradisional khas Indonesia yang berasal dari Desa Pajimatan, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta. Minuman ini telah menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat setempat (Jatmika et al ., 2017). Racikan wedang uwuh terdiri atas berbagai jenis rempah – rempah asli tanah jawa yang telah lama digunakan sebagai bahan dasar pengobatan tradisional. Komposisinya antara lain jahe, kayu secang, daun dan batang kayu manis, daun serta akar serai, ...

Sunyi yang Membentuk: Mengenal Aku (Bagian 1)

Gambar
  Dalam perjalanan hidupku, ada satu titik di mana aku mulai merasa: aku berbeda . Bukan hanya dari teman-teman, tapi juga dari keluargaku sendiri. Berbeda dari kakakku, dari sepupu-sepupuku, bahkan dari orang tuaku. Bukan dalam rupa atau suara, tapi dalam cara berpikir, dalam pandangan hidup, dalam nilai-nilai, dan yang paling dalam—dalam rasa yang bersemayam di hati. Keanehan itu tidak datang tiba-tiba. Ia tumbuh pelan-pelan, sejak masa kecil. Aku mulai menyadarinya saat duduk di bangku sekolah dasar. Ketika anak-anak lain berlarian dengan riang, tertawa lepas menikmati masa kecil mereka, aku justru sudah disibukkan dengan tanggung jawab rumah. Setiap pagi, sebelum ke sekolah, aku harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan. Bukan hanya untukku, tapi juga untuk kakakku. Ibuku sejak subuh sudah berangkat ke pasar, berjualan sayur. Sepulang sekolah, belum ada makanan tersaji. Maka aku kembali ke dapur, memasak bersama ibu agar kami bisa makan siang. Belum selesai sampai di sit...

Jamu dan Jalan Tengah: Harmoni Tubuh, Alam, dan Jiwa dalam Tradisi Leluhur

Gambar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jamu adalah obat tradisional yang dibuat dari akar-akaran, daun-daunan, dan sebagainya, yang biasanya diramu dan diminum untuk menyembuhkan penyakit atau menjaga kesehatan. Meskipun definisi KBBI cukup sederhana, jamu dalam praktik budaya Indonesia lebih dari sekadar "obat". Jamu menyentuh aspek: Budaya (merupakan bagian dari identitas etik dan tradisi) Holistik (Menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, dan emosi S piritualitas (dengan niat, doa, dan ritual dalam pembuatannya)    Asal-Usul Jamu: Dari Alam ke Jiwa Pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu-ilmu kesehatan terlihat pada masa klasik, yaitu pada periode Kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia. Hal tersebut dapat diketahui dari data-data arkeologi yang dikumpulkan menunjukkan bahwa masyarakat Jawa kuno telah melakukan pembagian pekerjaan dalam bidang kesehatan. Dari Relief Kharmawibhangga yang terletak di Candi Borobudur Provinsi Jawa Tengah, menceritakan beberapa adegan yang be...